Jika Kembali Ke KTSP tahun 2006 Guru Tidak akan Mendapatkan Tunjangan Profesi Guru ( TPG ) di tahun 2015

Diposting pada 74 views
Penerapan Kurikulum 2013 mulai semester Genap Tahun 2015 dilakukan secara terbatas di sekolah – sekolah yang ditetapkan sebagai Percontohan , Namun sejumlah sekolah yang yang baru melaksanakan kurikulum 2013 selama satu semester merasakan adanya ” Pemaksaan ” untuk tetap bertahan melaksanakan Impelmentasi kurikulum 2013.


Loading...
Sekertariat Jendral Federasi Guru Independen Indonesia Mengatakan Jika tetap Melanjutkan dan memaksakan implementasi kurkulum 2013 untuk semester genap tahun 2015 , maka tanggung jawab untuk membiayai nya dilimpahkan ke pemerintah Provinsi dan kota atau kabupaten dari anggaran Pendapatan Belanja Daerah .


Jika Kembali Ke KTSP tahun 2006 Guru  Tidak akan Mendapatkan Tunjangan Profesi Guru ( TPG ) di tahun 2015
Jika Kembali Ke KTSP tahun 2006 Guru  Tidak akan Mendapatkan Tunjangan Profesi Guru ( TPG ) di tahun 2015


Sejauh ini hanya sekolah – sekolah yang melaksankan kurikulum 2013 yang dijadkan percontohan dan akan di biayai Kemdikbud , sedangkan sekolah yang Ikut-ikutan jangan sampai membebankan biaya kepada oarng tua Murid,Kata Iwan , Jakarta (29/12 )


Namun Guru- Guru merasakan adanya nuansa Penggiringan dari Dinas Pendidikan Provinsi ataupun Kota/ Kabupaten melalui Para Pengawas , Di Bandung ada kegiatan yang menampung Aspirasi Guru, Tetapi dalam pelaksanaannya , Guru di giring agar setuju melanjutkan Kurikulum 2013 , dan Guru ditakut-takuti , jika kembali Ke Kurikulum 2006 , Jam mengajar akan Berkurang dan Tidak Akan mendapat Tunjangan Profesi Guru ( TPG )


 Dosen Program Pasca Sarjana Universitas Muhamadiyah Pof Dr Hamka Jakarta , Elin Driana mengatakan , Sebenarnya banyak kesamaan prinsip kurikulum 2006 dengan kurikulum 2013 , tidak berhasilnya kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan tahun 2006 lebih karena terhambat Faktor penentu, seperti minimnya peningkatan kualitas guru , kurangnya pendampingan dan kegiatan klaboratif.


Faktor Pendukung Lainnya , seperti perubahan pola pikir dalam pembelajaran dan motivasi unutuk melakukan perubahan , pembenahan sarana dan prasarana penunjang , serta pemenuhan standar nasional pendidikan lainnya ,juga tidak terpenuhi .

Thank you for visiting, good luck for you all…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.