Saturday, February 13, 2016

Contoh Rencana Kerja dan Tindak lanjut ( RKTL ) Sekolah Inklusi Fromat Words.Doc

  Saturday, February 13, 2016
Contoh Rencana Kerja dan Tindak lanjut ( RKTL ) Sekolah Inklusi Fromat Words.Doc - Hallo sahabat SEKOLAH KITA, Pada Artikel yang anda baca kali ini dengan judul Contoh Rencana Kerja dan Tindak lanjut ( RKTL ) Sekolah Inklusi Fromat Words.Doc, kami telah mempersiapkan artikel ini dengan baik untuk anda baca dan ambil informasi didalamnya. mudah-mudahan isi postingan Artikel Administrasi, Artikel Administrasi Sekolah, Artikel Download gratis, Artikel Format Guru, Artikel RKTL, Artikel Words, yang kami tulis ini dapat anda pahami. baiklah, selamat membaca.

Judul : Contoh Rencana Kerja dan Tindak lanjut ( RKTL ) Sekolah Inklusi Fromat Words.Doc
link : Contoh Rencana Kerja dan Tindak lanjut ( RKTL ) Sekolah Inklusi Fromat Words.Doc

Baca juga


Contoh Rencana Kerja dan Tindak lanjut ( RKTL ) Sekolah Inklusi Fromat Words.Doc

Contoh Rencana Kerja dan Tindak lanjut ( RKTL ) Sekolah Inklusi Fromat Words.Doc
Contoh Rencana Kerja dan Tindak lanjut ( RKTL ) Sekolah Inklusi Fromat Words.Doc

Pendidikan Inklusif adalah termasuk hal yang baru di Indonesia umumnya.Ada beberapa pengertian mengenai pendidikan inklusi, diantaranya adalah pendidikan inklusi merupakan sebuah pendekatan yang berusaha mentransformasi sistem pendidikan dengan meniadakan hambatan-hambatan yang dapat menghalangi setiap peserta didik untuk berpartisipasi penuh dalam pendidikan.Hambatan yang ada bisa terkait dengan masalah etnik, gender, status sosial, kemiskinan dan lain-lain. Dengan kata lain pendidikan inklusi adalah pelayanan pendidikan anak berkebutuhan khusus yang dididik bersama-sama anak lainnya (normal) untuk mengoptimalkan pontensi yang dimiliki.

Pengertian pendidikan dalam Permendiknas di atas memberikan penjelasan secara lebih rinci mengenai siapa saja yang dapat dimasukkan dalam pendidikan inklusif. Perincian yang diberikan pemerintah ini dapat dipahami sebagai bentuk kebijakan yang sudah disesuaikan dengan kondisi Indonesia, sehingga pemerintah memandang perlu memberikan kesempatan yang sama kepada semua peserta didik dari yang normal, memilik kelainan, dan memiliki kecerdasan dan atau bakat istimewa untuk mengikuti pendidikan. Dengan demikian pemerintah mulai mengubah model pendidikan yang selama ini memisah-misahkan peserta didik normal ke dalam sekolah reguler, peserta didik dengan kecerdasan luar biasa dan bakat istimewa ke dalam sekolah, akselerasi, dan peserta didik dengan kelainan ke dalam Sekolah Luar Biasa (SLB).

Penyelengaraan sistem pendidikan inklusi merupakan salah satu syarat yang harus terpenuhi untuk membangun tatanan masyarakat inklusi (inclusive society).Sebuah tatanan masyarakat yang saling menghormati dan menjunjung tinggi nilai – nilai keberagaman sebagai bagian dari realitas kehidupan. Pemerintah melalui PP.No.19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, pasal 41(1) telah mendorong terwujudnya sistem pendidikan inklusi dengan menyatakan bahwa setiap satuan pendidikan yang melaksanakan pendidikan inklusi harus memiliki tenaga kependidikan yang mempunyai kompetensi menyelenggarakan pembelajaran bagi peserta didik dengan kebutuhan khusus.

Penyandang disabilitas yang dalam percakapan sehari-hari disebut sebagai orang cacat, sering dianggap sebagai warga masyarakat yang tidak produktif, tidak mampu menjalankan tugas dan tanggung jawabnya sehingga hak-haknya pun diabaikan.Indonesia merupakan Negara yang memiliki berbagai resiko untuk kecacatan. Konflik bersenjata berkepanjangan di Aceh dan Papua, konflik horizontal di kepulauan Maluku dan di berbagai daerah di seluruh Indonesia karena perebutan lahan, pekerjaan, atau pelanggaran adat tertentu, berbagai bencana alam yang datang bertubi-tubi di berbagai daerah sepanjang tahun, masih adanya insiden penyakit polio dan lepra, kekurangan vitamin A, tingginya insiden stroke, serta buruknya keselamatan pasien (patient safety) dalam praktek kedokteran.

Berdasarkan tujuan pendidikan nasional maka setiap masyarakat berhak mendapatkan pendidikan yang sama. Secara konstitusional pelayanan pendidikan termasuk didalamnya pendidikan luar biasa, tersurat dalam UUD 1945 Pasal 31 (1) bahwa “Tiap-tiap Warga Negara berhak mendapat pengajaran”. Penyataan tersebut diperkuat oleh Pasal 5 Undang-undang Nomor 2 Tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional bahwa, “Setiap Warga Negara mempunyai hak yang sama untuk memperoleh pendidikan”. Secara khusus dalam Pasal 8 ayat (1) menyebutkan bahwa “Warga Negara yang memiliki kelainan fisik dan/atau mental berhak memperoleh pendidikan luar biasa”.

Untuk lebih jelasnya tentang Contoh Rencana Kerja dan Tindak lanjut ( RKTL ) Sekolah Inklusi Fromat Words.Doc silahkan download filenya di bawah ini :
Download File :


Recent Post

Loading...


Demikianlah Artikel Contoh Rencana Kerja dan Tindak lanjut ( RKTL ) Sekolah Inklusi Fromat Words.Doc

Sekianlah artikel yang Admin bagikan/Share di atas bisa membantu dan memenuhi Semua Kebutuhan Administrasi Contoh Rencana Kerja dan Tindak lanjut ( RKTL ) Sekolah Inklusi Fromat Words.Doc kali ini, mudah-mudahan bisa memberi manfaat untuk anda semua , terima kasih atas kunjungannya baiklah, sampai jumpa di postingan artikel lainnya.

Anda sekarang membaca artikel Contoh Rencana Kerja dan Tindak lanjut ( RKTL ) Sekolah Inklusi Fromat Words.Doc dengan alamat link https://www.atirta13.com/2016/02/contoh-rencana-kerja-dan-tindak-lanjut.html

No comments:

Post a Comment

No SPAM, Please...! You waste your time if write comments with link. Dead or Alive.