Wednesday, December 17, 2014

Lemahnya Guru dan Tenaga Kependidikan

  Wednesday, December 17, 2014
Lemahnya Guru dan Tenaga Kependidikan - Hallo sahabat SEKOLAH KITA, Pada Artikel yang anda baca kali ini dengan judul Lemahnya Guru dan Tenaga Kependidikan, kami telah mempersiapkan artikel ini dengan baik untuk anda baca dan ambil informasi didalamnya. mudah-mudahan isi postingan Artikel Guru dan Pendidikan, yang kami tulis ini dapat anda pahami. baiklah, selamat membaca.

Judul : Lemahnya Guru dan Tenaga Kependidikan
link : Lemahnya Guru dan Tenaga Kependidikan

Baca juga


Lemahnya Guru dan Tenaga Kependidikan

Pemenuhan delapan standar nasional pendidikan ( SNP ) masih rendah. Hasil Akreditasi Badan Akreditasi Nasional Sekolah / Madrasah ( BAN SM ) meneybutkan, Niali Terendah masih untuk Standar Guru, Tenaga Kependidikan Sarana prasarana Sekolah

Kepala BAN SM Abdul Mukti Menjelaskan, Selama 2014 telah dilakukan 27.656 Akreditasi Sekolah dan madrasah" Angka Itu lebih tinggi dari target sasaran sebesar 19.500" katanya di jakarta kemarin . Mereka berhasil menambah sasaran akreditasi karena melakukan penghematan operasional tim ASESOR.

Lemahnya Guru dan Tenaga Kependidikan

Lemahnya Guru dan Tenaga Kependidikan 

Dari total sekolah yang di akreditasi , paling banyak terdapat di Provinsi Jawa Timur dengan Jumlah 2.965 unit sekolah dan madrasah, Kemudian disusul provinsi Jawa Barat ( 2.550 Ubit ) dan sulawesi Selatan ( 1.766 Unit ) . Dia Mengatakan target Sasaran akreditasi Tahun 2015 adalah Sekolah - sekolah di kawasan terdepan , terluar dan Terpencil

Evaluasi dari akreditasi 2014 menunjukan , kualitas pemenuhan standar guru dan tenaga kependidikan di sekolah dengan akreditasi C dan TT ( Tidak Terakreditasi ) masih Lemah.

" Contoh paling memperhatinkan ada di SD (Sekolah Dasar ).

Banyak SD yang tidak memenuhi standar layana minimla karena tidak memiliki tenaga tata usaha ( TU ) . Padahal aturan dari pemerintah, SD yang memiliki minimal enam rombongan belajar( Rombel ), wajib Memeiliki satu Orang Tenaga Usaha ( TU )' Dilapangan yang banyak terjadi, kepala sekolah merangkap sebagao TU di SD

Kondisi pemenuhan Standar Guru juga perlu diperbaiki , salah satu indikator penilaian Akreditasi adalah , Jumlah Guru sesuai Mapel dan ijazahnya . Contohnya Untuk guru mata pelajaran dan pendidikan jasmani harus di ampu oleh guru-guru berijazah yang sama dengan mata pelajaran yang di ampu.

Meskipun sudah jelas ada kekurangan di sektor guru dan tenaga kependidikan , pemerintah pusat tidak bisa berbuat banayk , sebab kewenangan perekrutan guru dan tenaga kependidikan ada di tangan pemerintah kabupaten atau kota

Sedangkan selama ini jarang sekali ada rekruitmen CPNS untuk posisi TU di Sekolah Dasar ( SD )

Sejumlah daerah memiliki strategi untuk meningkatkan akreditasi di wilayah masing-masing. contoh di kota Surabaya , sekolah yang terajreditasi C dilarang menyelenggarakan ujian nasional ( UNAS )" Padahal aturannya Sekolah yang dilarang menyelanggarakan ujian nasional ( UNAS ) yang akreditasinya TT ( Tidak Terakreditasi ).
Recent Post

Loading...


Demikianlah Artikel Lemahnya Guru dan Tenaga Kependidikan

Sekianlah artikel yang Admin bagikan/Share di atas bisa membantu dan memenuhi Semua Kebutuhan Administrasi Lemahnya Guru dan Tenaga Kependidikan kali ini, mudah-mudahan bisa memberi manfaat untuk anda semua , terima kasih atas kunjungannya baiklah, sampai jumpa di postingan artikel lainnya.

Anda sekarang membaca artikel Lemahnya Guru dan Tenaga Kependidikan dengan alamat link https://www.atirta13.com/2014/12/lemahnya-guru-dan-tenaga-kependidikan.html

No comments:

Post a Comment

No SPAM, Please...! You waste your time if write comments with link. Dead or Alive.