Linieritas Makin Tak Jelas

Ternyata memperoleh tunjuangan profesi tidak semudah yang di bayangkan .Selama ini , banyak kalangan yang menilai ,para guru sudah sejahtera setelah mendapatkan tunjangan satu kali gaji pokok .Lalu ekspektasi masyarakat pun semakin meninggi , mereka menuntut dengan bergaji jutaan seharusnya para guru bisa lebih fokus terhadap tugasnya .

Keinginan ini tudaklah salah dan memang sudah seharusnya seperti itu,Karena tujuan pemberian tunjangan profesi ( Sertifikasi ) guru sebagai upaya penigkatan mutu yang dibarengi dengan peningkatan kesejahteraan guru.

Sejak di gulirkan tahun 2007 , beragam kebijakan silih berganti dikeluarkan oleh pemerintah menyertai pelaksanaan sertifikasi.Masih hangat dalam ingatan para guru , saatr itu untuk mendapatkan tunjangan profesi guru , mereka diharuskan mengumpulakan berbagai dokumen dalam bentuk portopolio .Komponen portopolio mencakup :

  1. Kualifikasi Akademik
  2. Pendidikan dan Pelatihan 
  3. Pengalaman Mengajar 
  4. Perencanaan dan Pembelajaran 
  5. Penilaian dari Atasan dan Pengawas 
  6. Keikutsertaan dalam Forum Ilmiah 
  7. Pengalama Organisasi di bidang Kependidikan dan Sosial
  8. Penghargaan yang relevan dengan bidang pendidikan 
Dari tahun ke tahun kebijakan pelaksanaan sertifikasi guru semakin ketat dan berat ,Kebijakan pemberian tunjangan profesi melalui portopolio muali digantikan dengan kebijkaan lain karena dianggap memiliki banyak kekurangan .Sesudahnya , pemerintah megharuskan guru untuk mengikuti Pendidikan dan latihan Profesi Guru ( PLPG ) sebelum para guru mendapatkan tunjangan profesi guru .
Linieritas Makin Tak Jelas


Jalan untuk menuju PLPG pun terasa berliku , tak hanya harus melalui prosedur yang panjang dengan persayaratan yang ketat , peserta sertifikasipun harus mulai bersaing dengan teman seprofesinya mengingat adanya pembatasan kuota .

Di tenagh terus bergantinya kebijkaan sertifikasi , tahun ini para guru yang sudah mendapatkan tunjangan profesi pun dibuat resah semuanya dimulai dari sosilaisai yang dilakukan bidang PMPTK kepada para guru yang dianggap tidak linier anatra ijazah yang dimilikinya dengan mata pelaaran yang diampunya. Tak hanya sebatas sosialisasi tak tanggung-tanggung Bidang PMPTK pun sudah mempasilitasi para guru yang "dipaksa" harus kuliah lagi dengan menggandeng Universitas Pendidikan Indonesia ( UPI ) sebagai mitra kerja .

Sayangnya hingga saat ini , sosialisasi itu tidak dibarengi dengan informasi yang jelas dan akurat yang akhirnya melahirkan beragam persepsi , lagi-lagi para guru dibuat bingung. Multi tafsir pun terus bermunculan berdasarkan pemahaman dan keyakinannya , tidak sedikit dari para pejabat terkait menjabarkan Permendikbud No 62/.2013 tentang sertifikasi Guru Dalam Jabatan Dalam Rangka Penataan Guru dan Pemerataan Guru dan Edaran Kemdikbud tentang Sertifikasi Guru kedua berdasarkan pendapat dan pemahaman mereka.Akibatnya para guru kebingungan ,langkah yang harus mereka pilih . Sebagian guru berfikir , 

Meski ijazahnya tidak sesuai dengan mata pelajaran yang diampunya ,mereka tetap berhak mendapat tunjangan profesi asal sertifikat yng dimilikinya sesuai dengan mata pelajaran yang diampunya.
Yang menjadi keresahaan guru saat ini kalu tidak mengambil S1 yang kedua " Katanya " Tunjanagn Profesinya akan di berhentikan , padahal menurut Undang-Unang tidak ada hal seperti itu



DMCA.com Protection Status
Previous
« Prev Post

Related Posts

Linieritas Makin Tak Jelas
4/ 5
Oleh

No SPAM, Please...! You waste your time if write comments with link. Dead or Alive.