Sajak pluralisme untuk perdamaian



Setiap kelahiran,
Pasti diakhiri kematian,
Tak peduli seorang hartawan,
Maharaja atau bangsawan.
Terlahir di rahim mana,
Bukan persoalan manusia,
Siapa ayah bunda kita,
Itu takdir Yang Maha Kuasa.
Kulit hitam dan kuning,
Tak perlu kita soalkan,
Rambut lurus keriting,
Tuhanlah yang menentukan.
Maka janganlah kita membenci,
Segala atribut yang Tuhan beri,
Warna kulit bukanlah cacat,
Belo sipit jangan digugat.
Bukalah mata buka telinga,
Pandang dunia dengar suaranya,
Pelangi indah beraneka warna,
Simfoni merdu karena kaya nada,
Betapa indah perbedaan,
Bila luruh dalam keharmonisan,
Betapa sempurna karya Tuhan,
Karunia yang tak terbantahkan.



DMCA.com Protection Status
Previous
« Prev Post

Related Posts

Sajak pluralisme untuk perdamaian
4/ 5
Oleh

No SPAM, Please...! You waste your time if write comments with link. Dead or Alive.